Tipe Bid #3. Bid Cap (PALING Favorit di KK)

Kita lanjutkan email kemaren ya 🙂

Tipe Bidding #3:

Bid Cap

Bid cap, dipakai ketika: INGIN ngeruk, sengeruk – ngeruknya!

Karakternya: Nguras habissss di harga terendah.

Kita pakai contoh kejadian sehari – hari ya, untuk menggambarkannya.

Anda pernah naik sepeda? Pernah nyetir mobil? Atau nyetir motor deh.

Kalau lagi ngerem kan, sebenernya kebagi 2 kan ya:

  1. Ngerem aja
  2. Ngerem banget!

Bener gak?

Nah kalo cost cap (tipe bidding #2 yang dibahas email kemaren) adalah tipe ngerem aja.

Ngerem, tapi yaaaa pelan.

Ngerem pelan efeknya? Ya kadang pas. Kadang kelewat.

Kalau Bid Cap? Nah ini!

Tipe ngerem banget!

Ibarat katanya nih, jeglukan (polisi tidur) masih 10 meter lagi, Anda udah ngerem dari jauh!

Begitulah si Bid Cap ini.

Kalau iklannya kira – kira gak sesuai target (anggaplah 10K per ATC), ketika diliat sama si A, maka iklan itu gak akan dilempar sama FB ke depan matanya si A.

Jadi kalau make Bid Cap enaknya buat apa? Untuk orang yang parnoan. Maunya iklannya gak boleh meleset mahal sedikitpun. Parnoan orangnya 😀

Itu makenya Bid Cap.

Cocok juga yang mungkin marginnya udah tipis banget. Yang kalau kelewat, malahan jadi boncos.

Pertanyaan yang mungkin timbul:

“Kalau gitu, semua orang makenya Bid Cap aja!”

Yaudah pake aja gih. Wkwkwkwkw.

Gak semudah itu alfonsoooo.

Ada hitung – hitungan yang harus dipikirin dulu, kalau mau gunain tipe bidding yang Bid Cap ini.

Hitung – hitungannya gimana, yaaaaaaa itu dipelajarinnya di KK Premium.

KK Premium, materi ke 5.

Kalau gak punya uang untuk masuk KK Premium?

Tetap bisa kok dapet indahnya manual bid. Yaitu dengan ngulik sendiri 🙂

—-

Ada pertanyaan? Terkait 3 tipe bidding yang sebenernya itu “doang”?

“Doang” sih. Tapi kan dalam prakteknya, gak segitu gampangnya. Wkwkwkw.

Makanya, dipersilahkan banget kalau mau bertanya 🙂

Tipe Bidding #2: Cost Cap

Kita lanjutkan email kemaren ya 🙂

Tipe Bidding #2:

Cost Cap

Cost cap digunakan, ketika: Sudah tau iklan kita bisa dapet diharga misalkan 10K per ATC.

Dan kita maunya segede apapun budget kita, kalau bisa hasilnya berkisar tetep di segitu – segitu aja. Di tetap sekitar 10K-10K aja.

Nah, itu bisa tuh mulai make cost cap.

Untuk mewujudkan keinginan tsb.

Pertanyaan yg timbul:

  1. Ngisinya berapa? Hitung – hitungannya gimana?
  2. Mulai berubahnya kapan sih?
  3. Saat yg tepat untuk bisa mulai gunain Cost Cap, gimana?

Silahkan dikulik sendiri.

Akan harus menguras duit, tenaga, & uang? Oia tentu saja.

Tapi kalau Anda gak mau ngulik, ya selamanya Anda akan ada di tipe bidding default (lowest cost).

Dimana begitu dinaikkin budgetnya, langsung tiba – tiba jadi mahal biayanya. Ambyarrr.

Kalau gak mau ngulik, tapi mau mulai menikmati indahnya tipe bidding Cost Cap, bisa?

Oooo tentu bisa!

Pelajari di KK Premium.

Wkwkwkw (jualan).

Di KK Premium kan ada 3 mentor tuh. Nah ada 1 yg make tipe bidding cost cap ini. Yaitu saya sendiri (Agan Khalid).

Kalau 2 mentor lainnya, sukanya make yang “Bid Cap”.

Kenapa emang Bid Cap? Kelebihannya apaan, dibandingkan yang Cost Cap? Kekurangannya apaan?

Itu semua dibahasnya di email selanjutnya ya. Besok lah yaaaa 🙂

Bingung Soal Bidding di FB? Baca deh

Saat email ini diketik, ada 3 tipe bidding. Tadinya ada 4.

Tipe Bidding #1:

Lowest Cost

Kalau kita masang iklan di FB Ads, & gak ngerubah apapun di penyettingan bidding, kita tuh lagi gunain tipe bidding “lowest cost”.

Secara default, para advertiser tuh gunainnya lowest cost ini.

KARAKTER: Berapapun budget yang Anda pasang, akan dihabiskan sama si FB.

PENGGUNAAN: Ketika sedang ingin split test. Entah split test foto, landing page, video, thumbnail video, headline, ad copy, dll.

POKOKNYA kalau masih berbau ada yg lagi mau diliat winning – winningan mana, nah pakenya adalah tipe bidding “lowest cost”.

SALAH KAPRAH 1:

Ketika iklan dalam sebuah campagin gak tersebar merata, terus malahan bertanya – tanya alasannya kenapa.

Gak kesebar dengan merata, karena Fb hanya mau ngabisin iklan ke iklan – iklan yang dirasa FB akan memberikan hasil maksimal.

Makanya lowest cost ini pas banget untuk yang lagi mau split test – split test an.

Cek dialog saya dengan salah satu penanya di email. Tungguin loadingnya ya. Ada 3 foto soalnya.

SALAH KAPRAH 2:

Salah kaprah keduaa: Tipe bidding “lowest cost” ini malahan seringnya dipake buat scale up.

Padahal tipe bidding “lowest cost” ini dipake ya untuk kebutuhan split test. Dan dengan budget minim.

Kalau pake lowest cost, terus budgetnya digedein? Ambyar!

Kalau Anda sudah pernah ngiklan & sudah pernah winning, terus pas Anda gedein budgetnya, eh hasilnya malahan jelek, nah itu yg saya maksud.

Tipe bidding lowest cost memang bukan untuk scale up.

Kalau sudah winning & mau hasilnya tetep stabil, itu nanti musti gunainnya adalah tipe bidding yang kedua atau yang ketiga.

Hari ini, tipe bidding lowest cost dulu ya. Biar dicernanya mudah & gak overload.

InSyaaAllah dilanjutkan besok. Atau lusa. Atau lusanya lusa.

Ada pertanyaan kah, tentang tipe bidding lowest cost ini?

Bagusan, make CBO atau Non CBO?

Bagusan, make CBO atau Non CBO?

Catatan 1:

Tulisan ini, adalah salah satu materi di KK Premium.

Tapi saya bagikan, karena saya rasa Sobat bisa mendapatkan manfaatnya juga.

Catatan 2:

Kalau Sobat belom pernah menjalankan FB Ads sama sekali, sebaiknya Sobat langsung close saja Postingan ini. Hemat waktu Anda.

Karena kemungkinan besar, Anda gak akan ngerti sama yang saya bahas di Postingan ini 😀

Saya langsung copas ya.
Sip.

Kalau Anda memperhatikan, saya membuat beberapa materi tentang split testing.

Salah satunya menggunakan CBO, ada yang menggunakan non CBO.

CBO = Campaign Budget Optimization. Ini adalah fitur dari Facebook ads untuk mengoptimalkan penyerapan budget iklan kita terhadap semua adset dan ads yang sudah kita buat.

Dengan kata lain, jika iklan kita menggunakan CBO, maka kita sangat percaya kepada FB bahwa mereka akan menempatkan iklan kita kepada audience yang tepat, sesuai dengan porsi ketertarikannya.

Yang paling tepat, akan diberi ruang yang lebih banyak.

Sedangkan non CBO, kadar kepercayaan kita kepada FB agak dikurangi, dan kita meminta FB untuk “udah deh abisin aja budget di adset X, gak usah banyak mikir”.

Yang mas Army gunakan, yang mana?

Saya pribadi sudah 100% menggunakan CBO dalam semua fase, baik split testing, menentukan angle, hingga scaling up.

Saya tidak pernah lagi menggunakan non CBO.

Alasan saya: kesederhanaan.

Saat Anda sudah harus menghabiskan budget campaign yang sangat besar, kesederhanaan kerja itu penting, agar tim tetap bisa hidup sehat dan bugar.

Tapi strategi ini diikuti dengan strategi lain yang juga sudah saya “buatkan” untuk Anda di KK: bermain dengan adset yang tidak terlalu banyak.

Anda tidak bisa bermain dengan terlalu banyak adset saat memainkan strategi CBO.

Kalaupun Anda paksa, FB ads akan secara otomatis memilihkan sekitar hanya 4-6 adset saja yang dioptimisasi (konsekuensi algoritma muti-arm bandit yang diterapkan oleh FB).

Oleh sebab itu, saat ini saya suka bermain dengan 4-6 adset saja; ketimbang bermain dengan banyak adset.

Kalau Anda surfing di kelas kita, kemudian menemui ada materi saat saya memainkan banyak adset, maka kemungkinan besar itu adalah fase saat saya masih menggunakan non CBO.

Dulu saya suka bermain banyak adset. Per campaign bisa 20-30 adset. Kadang ada yang duplicate.

Strategi itu masih bisa digunakan (mungkin sebentar lagi sudah tidak bisa saat FB resmi merilis pembatasan jumlah ads).

Tapi konsekuensinya:

  • Pikiran Anda akan terasa penuh
  • Rules Anda harus complicated
  • Anda akan sering menemui anomali hasil
  • Tim Anda akan exhausted, kelelahan
  • Fokus Anda berubah yang tadinya fokus memikirkan produk dan materi ads yang menarik dan appealing untuk customer, jadi terlalu teknis

Lalu kenapa ada materi split testing non-CBO mas?

Sebetulnya saat ini pada saat budget Anda kecil, pilihan CBO vs non-CBO tidak terlalu banyak berpengaruh selama Anda menggunakan jumlah adset yang sama-sama sedikit.

Kalau Anda memilih non-CBO artinya Anda memilih untuk memastikan apakah memang adset tertentu benar-benar busuk tanpa ada intervensi dari FB.

Sedangkan kalau Anda memilih CBO, Anda memilih dibantu oleh FB untuk memilih adset mana yang kemungkinan besar layak diteruskan.

Awal CBO muncul, algoritma FB masih buruk. Penempatannya kacau dan amat sangat volatile.

Saya putuskan waktu itu menggunakan non-CBO untuk split testing; tidak terlalu mengandalkan FB di masa split testing.

Saat ini, CBO sudah sangat bagus dan membantu. Maka sekarang saya putuskan untuk “percaya aja deh sama FB”.

Strategi non-CBO ini hanya digunakan saat split testing, saat budget Anda kecil.

Sedangkan saat Anda sudah memutuskan untuk menaikkan budget dan percaya diri bahwa produk dan iklan Anda sudah di titik yang memuaskan dan layak dikonsumsi orang lebih banyak, maka strategi yang tepat dan nyaman digunakan adalah CBO.

Kesimpulannnya:

  • Saat split testing, CBO atau non-CBO tidak untuk diperdebatkan. Silakan gunakan yang manapun yang menurut Anda nyaman.
  • Saat scaling up, saya sarankan pindahkan ke CBO semua, demi memudahkan kerja dan kesederhanaan. Bagi yang switch dari non-CBO ke CBO akan melihat sedikit “guncangan” di beberapa hari awal, tapi lambat laun FB akan berpikir sendiri dan memberikan hasil yang terbaik untuk kita.
Perlu Siasat untuk Iklan yg Tidak Stabil?

Perlu Siasat untuk Iklan yg Tidak Stabil?

“Gimana mensiasati iklan yg tdk stabil?”

 

Alternate text

Saya garis bawahi beberapa point
yg saya tangkap dari
pertanyaan diatas ya:

  • Banyak campaign
  • Performa hariannya seperti gantian
  • CPRnya jadi mahal

Ini pertanyaan yang kompleks.
Banyak hal yg
saling terkait sebenernya.

Tapi, ibarat benang kusut,
mari kita urai satu per satu ya.

—–

Banyak Campaign

Hemmmmmmmm
sebenernya sih di era CBO sekarang,
banyak campaign itu tidak terlalu disarankan.

Kenapa?

Ya emang dari FBnya sendiri
memang berkata demikian.
Saya lupa baca dimana,
dan lagi gak mau ribet cari sumbernya
buru – buru mau kirim Postingan ini ke Anda.

 

Cari aja sendiri di
FB Ads Helpnya.

—–

Karena Fb memang ingin
DAN merasa mampu take over segalanya.

—–

Tugas Anda adalah:

  • Pasang pixel
  • Ngiklan dengan iklan yang CTR ALL & CTR Linknya bagus. Bikin landing pagenya yang bener. Yang mampu menconvert orang sampe ke ATC & API (Ini lagi bicarain toko online ya).
  • Biarkan pixelnya panas (belajar dengan sendirinya)
  • Anda benerin bagan – bagan yang sudah diberitahu di Focus on Ads.
  • SISAnya: Biarin Fb yg bekerja. Anda tinggal nambahin budget dengan pindah ke tipe bidding yang diatasnya lowest cost.

—–

Jadi soal banyak campaign,
pertanyaannya adalah: Ngapain banyak – banyak campaign?

Ajaran darimana?
Saya gak nyalahin ajaran itu ya.
Saya cuman bertanya: “itu ajaran darimana?”

Kalo saya pribadi,
ya nurutnya sama perkataan dari FB Adsnya sendiri. Nurut sama platform yang emang platformnya dipake sama kita.

—–

1 – 3 campaign,
tapi setiap campaign budget hariannya 10 juta,
itu lebih ENAK, kan? 🙂

Dibandingin banyak campaign,
misalnya 20 campaign,
tapi ribet ngaturnya.

Performa naik turun.

—–

Dan soal CPR yg kalo di
rata – ratain jadinya mahal,
balik lagi ke yg si campaign banyak tadi.

Silahkan difokuskan memperbaiki
beberapa biji campaign saja dulu.

Ditunggu laporan selanjutnya ya 🙂

SUKA Postingan ini? 😉
Kemungkinan besar, Sobat  juga suka:
→ KK Premium.

 

Salah Gak Sih Scale Out dgn Cara Ini?

Salah Gak Sih Scale Out dgn Cara Ini?

“Untuk scaleout skrng winning ads mending di duplikat di campaign yang sama apa duplikat ke campaign baru ? Duplikatnya sama? Atau harus di edit dikit – dikit?. Dan budget dinaikin segimana yah ? Duplikatnya sama? Atau harus di edit dikit – dikit?”

Alternate text

Maap banget nih sob,
Kayaknya yg namanya “Duplikat” itu,
SAMA PERCIS DEH!

Contoh:
Anda ke tukang duplikat kunci.
Terus bilang gini:
“Tolong kunci rumah ini, Diduplikat ya”

Saya JAMIN,
Tukang kuncinya akan langsung
bikin yg sama percis!

Gak pake di edit – edit
atau ada yg dirubah – rubah.

Kalo ada yg dirubah – rubah,
Itu namanya” DIMODIF!

A Elah!
Khakh!!!
Emosi Dedeq!

—–

“Dan budget dinaikin segimana yah ?”

Kalau ini jawabannya
bisa panjang sih.

Karena tergantung dengan
tipe bidding yg Anda
gunakan saat beriklan.

Detik ini ditulis,
tipe bidding di FB ada 4.

—–

Masing – masing punya karakteristik
yang beda.

Karena beda karakteristiknya,
Beda juga
KAPAN waktu dipakainya.

Lengkap dijelaskan di 
KK Premium kok! 

Wkwkwkwwk

—–

Tapi INTInya,
Biar pertanyaan ini gak ngambang kayak yg di kali,
Naikkin budget yg aman Adalah:
Kurang dari 30%.

Definisi “Aman” saya disini adalah:
Ketika budgetnya dinaikkin,
Ad Setnya gak kayak dari
ulang lagi jalannya.

—–

Contoh: Budget Anda 100 Ribu,
Yg aman ketika mau dinaikkin
budgetnya adalah:
Dinaikkan jadi 129 Ribu.

Soal naikkin budget ketinggian
itu bikin ad set jadi learning ulang,
Itu dari kata FBnya sendiri.

Tapi kalo soal dibawah 30%-nya
itu pengalaman mentor KK
sendiri (Kalo ditanya dalil dari FBnya,
Kita tidak bisa berikan).

—–

“Untuk scaleout skrng winning ads mending di duplikat di campaign yang sama apa duplikat ke campaign baru ?”

Kalo saya pribadi sih,
Gak ada duplikat – duplikat-an ad set ke
campaign yang sama atau
ke campaign yg baru (ScaleOut).

Ya hajar aja terus di
ad set tersebut.

  • Naikkin budget terus.
  • Atur cara bidding
  • dan takaran bidnya.

—–

Karena kalau di duplikat/dimodif,
SELAMA Di dalamnya kebawa
Ads yg sama percis/yg sudah dipake/yg sedang running
di campaign atau
ad set lain,
HASILNYA rata – rata
kalau di saya,
Malahan lebih buruk.

Gitu.
Itu kalo saya loh ya.

—–

Kadang ada yg jadi
lebih baik, Tapi itu paling 20%
dari keseluruhan saya pernah
nyoba duplikat – duplikat-an.

80%-nya kejadiannya mah
performanya menurun.

 

 

SUKA Postingan ini? 😉
Kemungkinan besar, Sobat  juga suka:
→ KK Premium.

 

Baiknya 1 Niche? Beda Niche?

Baiknya 1 Niche? Beda Niche?

Pertanyaan:

Split test produk itu baiknya satu niche apa beda niche?

Pertanyaan & jawaban di Postingan ini, saya ambil dari salah satu diskusi di KK Batch 12.

Karena bakalan banyak screenshoot yg dipajang, jadi harap ditunggu saat ngeloading gambarnya ya.

Jawaban saya atas pertanyaan dia adalah ini:

Saya gak tau dengan jawaban 2 mentor lainnya, tapi kalau saya, fokus 1 audience.

https://www.youtube.com/watch?v=qpE8cgomrUA

Dia bales lagi begini (tunggu loadingnya):

 

Dijawablah sama Army.

Nah ini dibawah loadingnya panjang bener.

Tungguin ya.

 

Eh die nanya lagi guys!

Dijawab lagi sama Army:

 

Semoga cukup sudah bisa menjawab pertanyaan “banyak niche? atau satu niche?“.

SUKA Postingan ini? 😉
Kemungkinan besar, Sobat  juga suka:
→ KK Premium.

Beda Niche dalam 1 Domain,

Beda Niche dalam 1 Domain,

Pertanyaan:

Alternate text

“Rencana ada 2 toko yang mau dibikin LPnya”

Merespon kalimat diatas
Sebelum masuk kepertanyaan, saya potong
dulu ya,

 

“Anda baru mulai, lalu tiba-tiba mau
langsung 2 toko.
Ya mohon maaf nih, fokus 1 toko aja
belum tentu berhasil.

 

Bahkan sekalipun fokus 1 toko dan
budgetnya ada, banyak juga yang
gagal.

—–

Bagi yang baru mulai, sekalipun budget
ada, saran saya jangan langsung 2 tapi
fokus di 1 toko.

Putuskan salah satu!

—–

Lanjut ke pertanyaan;

“Apakah domainnya cukup 1 aja untuk kedua LP ini? (Produk 1: Print on demand acc hp, produk 2 gamis wanita)”

Tidak.

Menurut saya jangan digabungin dech.
Domain 1 niche Print on demand acc hp,
domain 2 niche gamis wanita.

Itu aja harus dipisah ad accountnya,
kecuali anda berniat banget jadi kayak
Bukalapak, Toped, dimana segala barang
ada disitu. Ya silahkan!

Tapi saran saya, 1 Ad Account untuk ngiklanin
1 domain.

Karena anda baru mulai, sebaiknya
dari 1 domain kalo bisa fokus 1
Niche produk dulu.

Agar lebih dalam memahami seluk
beluk niche tersebut.

 

“Di salah 1 LP yang mau saya bikin
produknya gamis wanita, apakah masukin 1 brand aja/boleh dicampur beberapa brand? Karena saya nyetok dari beberapa supplier”

 

Kalo menurut saya ya gpp aja sih.
Saya yakin pertanyaan ini muncul karena
anda belum mulai, kalo anda sudah mulai
dan produknya laku dari brand tertentu/supplier
tertentu, anda nanti pasti akan fokus sendiri
pada brand yang laku itu.

Ketika nanti anda sudah profit, anda gak akan
peduli status brand tersebut.

Kalo ditanya boleh atau tidaknya? Ya boleh-boleh
aja, kalo anda cenderung milih jawaban yang gak
boleh, ya silahkan dipilih.

Karena hal tsb bukanlah sesuatu yang terkait
halal-haram. Yang penting ujungnya profit apa
enggak!

Kesimpulan:

  • 1 Ad Account, Untuk 1 Domain.
  • 1 Domain, Untuk 1 Niche Produk.

—–

Kalau Anda maksa maunya tetep dalam 1 pixel FB,
Nih saya berikan
link artikel buatan salah satu mentor
KK Premium juga,
Barangkali Anda lebih cocok
dgn tips & trick yg ini:

==> https://www.scaleup.club/menggunakan-1-pixel-facebook-untuk-beberapa-niche-mungkinkah/

*Kalo saya sih, Kalo udah beda niche,
Mendingan Ganti Domain &
Ganti Ad Account.

 

SUKA Postingan ini? 😉
Kemungkinan besar, Sobat  juga suka:
→ KK Premium.

 

Budget IDEAL Ngiklan, Berapa Sih?

Budget IDEAL Ngiklan, Berapa Sih?

Disclaimer: Postingan kali ini bisa dimengerti, oleh yang sudah pernah jalanin FB Ads.

Sering bingung gak Anda soal budget ideal? Kata si mastah A, segini. Kata si mastah B, segono. Liat study case C, segunu. Liat study case D, seguni.

  • Kekecilan, ngeri gak maksimal.
  • Kegedean, ngeri pas belom seharusnya digedein, jadinya malahan boncos.

Begitukah? 😀

Ibarat kata nikahin anak orang.

Budget yg dibutuhkan untuk jadi mas kawin, kalau dalam agama Islam di Indonesia.

Yang umumnya, terkecilnya kan: Yaaaaa biaya untuk seperangkat alat sholat.

Gitu kan?

Kalau idealnya? Nah mulai deh tuh runyam.

Ideal kan, idealnya siapa dulu nih?

  • Idealnya mahasiwa?
  • Apa idealnya pekerja?
  • Apa idealnya pebisnis yg banyak relasi?

Jadi jawaban ideal, akan terus ngawang – ngawang, selama gak ada patokan bagi siapa ideal tsb.

Sama, budget iklan per campaign di Fb Ads juga gitu.

Budget ideal, akan bisa ditentukan, ketika sudah ada patokannya.

OK, lewat Postingan ini, saya ngajakkin Anda untuk mendapatkan budget ideal, dari penafsiran kami akan kebutuhan si FB itu sendiri.

FB gak ngomong secara gamblang. Jadi kami berusaha menafsirkan.

Karena kita ngiklan kan mau make tool dari FB itu sendiri yg bernama: Pixel.

Kecuali mau repot semuanya dipikirin sendiri, yowes bisa skip Postingan ini.

Kalo saya mah mau banget jalanin iklan yang bisa ditinggal.

Biar bisa ditinggal, ya manfaatkan banget yg namanya FB Ads pixel.

 

Bagi yg lupa kehebatan Fb pixel, bisa nonton videonya disini → https://facebook.com/803910159798920/videos/360074971340121/ 
(Bagi yg lupa saja).

Rumus:

Budget ideal suatu campaign adalah: Budget yang bisa menghasilkan 50 conversion. Dalam seminggu.

Simpan 2 cluenya:

  • 50 Conversion.
  • Dalam 7 Hari (1 minggu).

Contoh:

Anda sedang menjalankan campaign objective conversion dengan mengincer event ATC.

Pertama – tama Anda jalankan dulu deh tuh campaignnya. Budgetnya pasang aja 100 ribu/day. Atau kalau tiris banget budgetnya, yaudah 50 ribu/day.

Setelah 3 hari jalan, akan keluar deh tuh hasil rata – rata biaya per ATCnya.

Misalkan ternyata Cost per ATC Anda adalah 15 Ribu.

Maka seminimal – minimalnya Anda masang budget untuk campaign tsb, supaya dapet yg IDEAL, adalah: 50*15:7.

Yaitu: 50 DIKALI 15 (Ribu), DIBAGI 7 (Hari) = 107 Ribu.

Jadi budget ideal Anda untuk campaign tersebut adalah: 107 Ribu/Day.

Dibawah itu: Ya gak ideal.

Kenapa gak ideal? Karena kalau budgetnya dibawah itu, maka dalam seminggu campaign Anda tsb, gak bisa menghasilkan 50 conversion.

Kalo gak menghasilkan 50 conversion, maka si pixel Fbnya gak bisa belajar dengan maksimal.

Kalo gak belajar dengan maksimal, maka nanti dia gak bisa jalan dengan sendirinya menyebarkan iklan Anda ke orang – orang yang Anda targetkan.

Bagaimana kalau Anda ngejalaninnya untuk event API (Add Payment Info)?

Sama saja.

Ceritanya setelah dijalankan selama 3 harian, cost per APInya adalah 35 Ribu.

Maka budget IDEAL untuk campaign itu adalah:

50*35:7

= 250 Ribu/Hari.

Budget dibawah itu, akan TIDAK IDEAL.

Sampai sini, jadi Anda gak perlu bingung lagi soal budget ideal itu berapa, budget ideal itu harus ikutin perkataannya siapa, budget ideal itu sesuai niche tertentu apa enggak, dsb.

Enggak. Enggak perlu bingung.

  1. Jalanin iklan sekitar 3 harian. Catat rata – rata cost per event yg Anda incar.
  2. pakai rumus: 50*CPEventnya:7
  3. Dapet deh budget ideal yg harus Anda setting sebagai budget per daynya.

Ada pertanyaan kah soal budget ideal ini?

  • Kalau ada, monggo ditanyakan.
  • Kalau gak ada, Alhamdulillah.
Ciri – Ciri Iklan Siap di Gedein Budget (Scale Up)

Ciri – Ciri Iklan Siap di Gedein Budget (Scale Up)

“Kapan Saat yg Tepat untuk ScaleUp dengan Cara Menaikkan Budget Iklan?”

&

“Scaleup dgn budget harus make manual bid?”

 

Alternate text

—–

Tips Hemat Waktu:

  • Ini jawabannya sudah tekhnis ya 🙂
  • Bagi yg belom pernah ngiklan di FB Ads, bisa skip Postingan ini & lakukan hal yang lain 🙂

—–

“Kapan Saat yg Tepat untuk ScaleUp dengan Cara Menaikkan Budget Iklan?”

Ketika dalam campaign lowest cost MINIMAL sudah 7 Hari berjalan dengan kondisi yang baik dari kedua sisi.

—–

→ Lowest Cost itu apa?

Kalau Anda gak tau “Lowest Cost” itu apa, “Lowest Cost” adalah tipe campaign di Fb Ads yg sebenernya secara default ini yg terpilih, ketika seseorang beriklan di FB Ads.

Jadi:

Kalau Anda selama ini main pasang – pasang iklan saja, ya Anda sebenernya lagi jalanin “Lowest Cost”.

Tipe campaign iklan yang saya maksud pada tulisan ini.

—–

→ Kedua sisi itu maksudnya apa?

Sisi 1: Sisi Facebook.
Yaitu iklan Anda cukup bagus CTR ALL & CTR Linknya.

Sisi 2: Sisi Bisnis Anda.
Dengan iklan yang dihasilkan selama 7 hari terakhir tersebut, sudah menguntungkan kah di bisnis Anda?

Atau sebenernya dari sisi iklan bagus,tapi di bisnis Anda malahan babak belur?

—–

Note:

Kalau hanya bagus di sisi Facebooknya saja (tidak bagus di sisi bisnis Anda), ya berarti bukan waktu yg tepat untuk scale up! Karena Facebook gak bisa benerin alur bisnis Anda. Yang bisa benerin, ya Anda.

—–

“Scaleup dgn budget harus make manual bid?”

Untuk pemanasan: PASTI makenya lowest cost.

Tapi untuk scaleup budget, saat tulisan ini ditulis, ada 3 tipe bidding lainnya di dalam FB Ads.

Manual Bidding, hanyalah SALAH SATUnya.

—–

Ke 4 tipe bidding yang ada di FB Ads:

  • Lowest Cost (DEFAULT akan terpilih yang ini)
  • Lowest Cost with CAP (DAHULU namanya adalah: “Manual Bidding”).
  • Target Cost
  • Cost Cap

—–

Di KK Premium, diajarkan metode scale up budget menggunakan Manual Bidding & Target Cost.

Lengkap beserta study casenya & kapan pemilihan yang tepat untuk menggunakan tipe biddingnya saat mau scale up budget.

—–

Kenapa gak dijelaskan saja Gan Khalid lewat Postingan?

Kalau penjelasannya singkat, mungkin saya gak perlu buat KK Premium sama Army.

Di KK Premium, dijelasinnya aja sampe beberapa video & beberapa study case.

itu aja masih ada juga sebagian kecil yg gak paham dan malahan jadi boncos, karena gak tau cara memahaminnya.

—–

Jadi jawaban dari pertanyaan “Apakah harus menggunakan Manual Bidding?”, adalah:

Tidak.

Tidak selalu.

Tapi favoritnya para mentor dan para anak KK Premium, ya menggunakan si Manual Bidding ini.

 

SUKA Postingan ini? 😉
Kemungkinan besar, Sobat  juga suka:
→ KK Premium.